Selasa, 10 Juni 2008

Hati Pusat Kehidupan??


Hati Pusat Kehidupan??


Kata-kata diatas itu yg selalu jadi pertanyaan-pertanyaan dibenakku akhir-akhir ini.

Seperti dalam FT yang bilang “Jagalah hatimu dengan segala kewaspadaan, karena dari situlah terpancar kehidupan” (Amsal 4:23)

Dari ayat diatas terbukti kalo hati itu memanglah pusat kehidupan, maka dari itu begitu pentingnya ‘tuk menjaga hati selalu.

Suatu hari saat menghadiri pernikahan kerabat bokapku, hanya gara-gara mengantri di stand kambing guling, bokap bilang ke aku kalo manusia itu hidup diatur sama hatinya. Semisal hatinya sedang panas, meskipun ndak makan kambing maka tekanan darah bisa naik. Memang bener sih apa yang bokapku bilang, ya meskipun terlihat simple dan sederhana tapi memang betul, meski kita begitu menjaga makanan kita tetapi hati kita ndak beres maka tubuh juga akan ikutan ndak beres. Bukan berarti makan kolesterol yg berlebih itu baik, itu jg salah karna ada FT yang bilang “Bila engkau duduk makan dengan pembesar, perhatikanlah baik-baik apa yang ada didepanmu. Taruhlah sebuah pisau pada lehermu, bila besar nafsumu! Jangan ingin akan makanannya yang lezat, itu adalah hidangan yang menipu” (Amsal 23:1-3)

Intinya adalah pengendalian diri, yaitu hati dijaga, nafsu makan yang besar juga muncul dari hati awalnya.

Aku pun jadi tambah yakin kalo akhir-akhir ini kenapa kepalaku suka pusing-pusing tak jelas dan flu yg tak henti-hentinya, sehari sembuh, dua hari kemudian sudah hachim, hachiim lagi pasti salah satu factor nya adalah hatiku yang sedang kuacauu. Aku jadi teringat apa kata nyokapku, dulu nyokap suka bilang klo tiap aku ujian sekolah ato ujian kuL aku pasti flu, ato klo aku sedang banyak pikiran pasti aku jatuh sakit flu. Akhirnya aku mengerti kenapa akhir-akhir ini pekerjaan yang kukerjakan ada saja hal-hal yang kurang beres, ya ini karena hatiku yang sedang sakit. Hiks, hiks..

Sebenarnya pikiran dan mulutku sudah bisa menentukan sikap, Cuma hatiku yang belom penuh pulih, hatiku masih ingin kembali ke cinta pertamaku, hatiku yang masih menginginkan bahwa cinta pertamaku adalah Pasangan Hidupku, hatiku yang tak rela klo aku harus kehilangan cinta pertamaku. Aku merasa kalo hidupku selalu saja berputar-putar dengan cinta pertamaku. 1bulan yang lalu bias bilang pulih, saat liat dia kembali mo copot lagi nih jantung.. Huifhh.. harus segera diakhiri ini.

Suatu hari aku menonton film di salah satu stasiun TV swasta di Indonesia, filmnya berjudul “Cinta pertama Sazy” kupikir film ini seperti film-film cinta pertama yang aku biasa tonton kalo paling si tokoh utama akan jadian sama cinta pertamanya. Ternyata cerita ini tidak begitu, si tokoh utama tdk jadian sama cinta pertamanya, si tokoh malahan menentukan pilihan pada cintanya yang sekarang. Yang paling kuingat adalah kata-kata yang bilang “Cinta pertama memang indah, Cuma cinta pertama belum tentu yang tepat” Aku bakalan inget terus dan menjadikan kata-kata ini sebagai senjata, hahaha.. perang hati kali ye.. aku kan berhenti berjuang buat cinta pertamaku, karna aku tau kondisi dan lingkungan yang tak merestui.

Sabtu malam kemrin aku telponan dengan Janes, cukup lama berbicara di telpon, dan anehnya kenapa juga Janes membahas mengenai hati yang adalah sumber kehidupan. (Duh Janes bahas yang lain aja isa, aku rasanya cape bahas-membahas mengenai isi hatiku) Janes bilang kalo manusia dikendalikan sama hati, smuanya awalnya dari hati dan kemudian disampaikan ke otak, lalu otak yang akan memerintahkan tindakan ke anggota tubuh lainnya. Misalkan otak mau memaafkan, tapi hati masih belum memaafkan, ya tetap saja tidak akan memaafkan total. Janes benar, aku harus tegas, hatiku harus bias tegas dan ndak tergoda lagi sama si cinta pertamaku.

Akhirnya aku mengerti bahwa aku harus menjaga hatiku, bahwa aku harus memulihkan hatiku secara penuh dan total sehat kembali. Adalah tindakan yang salah kalau aku berusaha menambal dan menutupi luka-luka dan borok-borok hatiku. Aku harus menyembuhkannya, aku harus membuat hatiku netral, smua hal yang bikin hatiku rusak seperti sekarang ini harus bisa kumaafkan (Tuhan please kasih aku kekuatan buat bisa memaafkan)

Dan mulai hari ini aku bertekad ‘tuk menjaga hatiku, kasihan hati dan tubuhku kalo aku sembarangan mengurus hatiku… aku juga akan berhenti berharap sama si cinta pertamaku, pilihanku adalah memiliki kehilanganmu cinta pertamaku.. (maap kata-katanya agak sedikit mengutip judul lagunya si Letto)

Hatiku.. hatiku.. ooh hatiku.. kamu ‘tak boleh jatuh cinta lagi sama si cinta pertama yach!! Itu adalah masa lalu yang memang harus dihadapi.. Ayo semangat buat jaga hati dgn penuh kewaspadaan.. Aku ‘tak mau hatiku sakit dan akhirnya aku juga akan membuat hati yang lain sakit..

0 komentar: